AMERIKA BEKU! POLAR VORTEX ANCAM SEPARUH POPULASI NEGARA! - Berita Dunia
← Kembali

AMERIKA BEKU! POLAR VORTEX ANCAM SEPARUH POPULASI NEGARA!

Foto Berita

Badai musim dingin ekstrem tengah mengepung Amerika Serikat, mengancam lebih dari 180 juta jiwa atau separuh populasi negara itu. Cuaca beku parah disertai salju tebal dan hujan es ini telah memaksa 14 negara bagian mengumumkan status darurat, memicu kekacauan perjalanan, serta ancaman pemadaman listrik di berbagai wilayah.

Badan Cuaca Nasional (National Weather Service) memperingatkan, badai berbahaya ini dimulai dengan salju lebat, hujan es beku, hingga hujan salju dari Pegunungan Rocky bagian selatan pada Jumat lalu, lalu bergerak merayap ke timur laut sepanjang akhir pekan. Wilayah seperti Texas dan Oklahoma, yang jarang mengalami kondisi bersalju ekstrem, kini bersiaga penuh. Otoritas setempat menyebar garam untuk mencairkan jalanan, mengerahkan penegak hukum, dan memanggil petugas utilitas, bahkan menutup sekolah. Walikota Houston, John Whitmire, menegaskan, "Semua tangan turun, kami berharap yang terbaik, tapi bersiap untuk yang terburuk."

Badai ini diprediksi membawa timbunan salju setebal hingga 30 sentimeter dari Oklahoma, melintasi Washington, D.C., hingga New York dan Boston, Massachusetts. Namun, ancaman sebenarnya belum berhenti di situ. Setelah salju, badai akan diikuti oleh terjangan udara dingin ekstrem atau yang dikenal sebagai 'polar vortex'. Suhu diperkirakan anjlok hingga minus 46 derajat Celsius di beberapa wilayah seperti Minnesota dan North Dakota, mendekati rekor terendah. Kondisi beku ekstrem ini diperkirakan akan memperlama dampak salju dan es, menunda pencairannya.

Dampaknya langsung terasa pada sektor transportasi. Lebih dari 800 penerbangan di dalam, menuju, atau keluar AS tertunda atau dibatalkan pada Jumat lalu, termasuk di bandara-bandara besar seperti Dallas, Atlanta, dan Oklahoma. Badan Cuaca Nasional di Norman, Oklahoma, mengingatkan, "Perjalanan akan semakin berbahaya mulai Jumat sore hingga akhir pekan."

Merespons situasi darurat ini, belasan negara bagian seperti Alabama, Arkansas, Georgia, Kansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, Missouri, New York, North Carolina, South Carolina, Tennessee, Texas, dan Virginia telah mengumumkan status darurat. Gubernur New York, Kathy Hochul, menegaskan meski terbiasa dengan musim dingin, kewaspadaan tinggi tetap harus dijaga. "Ini kombinasi sangat berbahaya dari salju tebal dan suhu yang sangat, sangat dingin," ujarnya.

Analisis lebih lanjut menunjukkan, situasi ini bukan sekadar badai biasa, melainkan ancaman multidimensi. Selain risiko kesehatan akibat suhu ekstrem dan gangguan aktivitas harian, potensi pemadaman listrik masif menjadi perhatian utama, terutama di negara bagian seperti Virginia, yang telah memperingatkan warganya untuk siap tanpa listrik selama berhari-hari. Yang menarik, Gubernur Virginia, Abigail Spanberger, bahkan secara khusus meminta warga agar tidak ragu mengakses layanan darurat karena khawatir soal penegakan imigrasi, sebuah poin penting yang menunjukkan kompleksitas kondisi sosial saat bencana melanda.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook