NASA kembali mengukir sejarah! Misi Artemis II, yang membawa empat astronot, akhirnya berhasil diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, pada Rabu malam waktu setempat. Peluncuran ini menjadi penanda kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak berakhirnya program Apollo pada tahun 1972.
Menggunakan roket raksasa Space Launch System (SLS) setinggi 322 kaki, kapsul kru Orion kini dalam perjalanan 10 hari. Misi Artemis II ini memang belum mendaratkan manusia di permukaan Bulan. Namun, tujuannya sangat krusial: menguji ketahanan dan kemampuan pesawat Orion serta para awak untuk misi pendaratan di masa depan, yang rencananya akan dilakukan oleh Artemis IV pada tahun 2028.
Perjalanan bersejarah ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Peluncuran sempat tertunda beberapa kali karena masalah teknis, termasuk kebocoran hidrogen dan sensor baterai. Namun, tim teknis NASA berhasil mengatasi semua rintangan tersebut, memastikan keamanan dan kesuksesan peluncuran di hadapan ribuan penonton yang antusias.
Jika semua berjalan sesuai rencana, kapsul Orion diperkirakan akan mencapai Bulan pada sekitar 6 April, atau hari keenam misi. Setelah mengelilingi Bulan dan mencapai titik terdekatnya, kapsul berawak ini akan memulai perjalanan kembali ke Bumi, dengan perkiraan pendaratan di air (splashdown) pada 10 April 2026.
Misi Artemis II bukan sekadar penerbangan biasa, melainkan langkah monumental yang membuka babak baru dalam eksplorasi luar angkasa berawak. Keberhasilan misi ini adalah fondasi penting bagi ambisi NASA untuk mendirikan kehadiran jangka panjang di Bulan, mempelajari lebih dalam satelit alami kita, dan bahkan mempersiapkan lompatan berikutnya menuju Mars. Partisipasi astronot dari Kanada juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi internasional dalam upaya ilmiah besar yang akan menginspirasi generasi mendatang.