SAO PAULO - Persaingan menuju kursi kepresidenan Brasil semakin sengit menjelang putaran kedua pemilu pada 25 Oktober mendatang. Serangkaian hasil survei terbaru menunjukkan Senator sayap kanan, Flavio Bolsonaro, kini berhasil menyalip posisi Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva.
Survei terbaru yang dirilis CNT/MDA pada Jumat lalu mencatat Bolsonaro meraih 46,8 persen suara, unggul tipis di atas Lula yang memperoleh 45,9 persen. Tren ini diperkuat oleh data Quaest dan Datafolha yang juga menunjukkan keunggulan Bolsonaro, meskipun selisih keduanya masih berada dalam margin of error sekitar 2 persen.
Meski para analis masih menilai pertarungan ini terlalu ketat untuk diprediksi, data tersebut menjadi sinyal bahaya bagi Lula. Sebulan sebelumnya, politikus berusia 80 tahun itu diprediksi akan menang mudah. Namun, momentum berbalik setelah putra mantan Presiden Jair Bolsonaro itu memenangkan suara terbanyak di putaran pertama dengan selisih lebih dari 2 juta suara.
Flavio, yang setia membawa warisan politik ayahnya, mengusung janji pemberantasan kejahatan dan pemangkasan pajak. Jika menang, ia akan bergabung dengan deretan pemimpin konservatif di Amerika Latin yang dekat dengan Donald Trump. Sementara itu, Lula terus menggelar kampanye untuk membangkitkan basis pendukungnya, baru-baru ini ia meraih kemenangan politik dengan disahkannya undang-undang yang memberikan dua hari libur berbayar bagi pekerja.