Pecinta kriket di seluruh dunia akan memusatkan perhatian ke Mumbai akhir pekan ini. Tim kriket India, sang juara bertahan T20 World Cup dan salah satu tuan rumah turnamen 2026, bersiap menghadapi laga perdana yang sarat emosi di kandang sendiri. Bukan lawan sembarangan, mereka akan menjajal kekuatan Amerika Serikat yang pernah membuat kejutan besar di edisi sebelumnya. Mampukah India mengatasi beban ekspektasi atau justru AS yang akan kembali mengguncang dunia kriket?
Pertandingan pembuka antara India dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Februari, pukul 19.00 waktu setempat, di Stadion Wankhede, Mumbai. Laga ini menjadi salah satu daya tarik utama pada hari pertama penyelenggaraan ICC T20 World Cup 2026, yang juga digelar di Sri Lanka. Sebelumnya, Pakistan akan berhadapan dengan Nepal di Kolombo, sementara West Indies menghadapi Skotlandia.
Sebagai tim peringkat teratas dunia dan juara bertahan, India tentu sangat diunggulkan. Kapten tim, Suryakumar Yadav, mengakui adanya 'tekanan' dan 'nervous' saat bermain di depan puluhan ribu suporter fanatik di Wankhede. Namun, ia bertekad menjadikan dukungan masif tersebut sebagai energi positif, bukan beban. "Akan ada banyak sorakan. Ada begitu banyak orang yang datang menonton di stadion, dan banyak lagi yang menyaksikan dari rumah. Mari kita berikan mereka waktu yang menyenangkan. Mari kita berikan hiburan," ujarnya optimis.
India memiliki sejarah panjang di T20 World Cup, termasuk menjadi juara edisi perdana tahun 2007 dan kembali berjaya pada 2024. Gelar juara di edisi sebelumnya diraih setelah mengalahkan Afrika Selatan. Mereka juga menjadi salah satu tim dengan rekor juara terbanyak, setara dengan Inggris dan West Indies yang sama-sama mengoleksi dua gelar.
Di sisi lain, Amerika Serikat bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata. Debut mereka di ICC World Cup pada edisi 2024 sebagai salah satu tuan rumah, menghasilkan kejutan terbesar dalam sejarah kriket saat mereka menumbangkan Pakistan dalam fase grup melalui super over yang mendebarkan. Suryakumar Yadav pun sadar akan potensi lawannya. "Saya tidak melihat ada tim lemah di kompetisi ini. Semua 20 tim sangat mampu memainkan kriket yang bagus," tegasnya.
Laga ini lebih dari sekadar pertandingan pembuka. Bagi India, ini adalah ujian pertama untuk membuktikan dominasi dan ambisi mempertahankan gelar di hadapan miliaran pasang mata yang menjadikan kriket sebagai denyut nadi kehidupan. Sementara itu, Amerika Serikat berpeluang besar untuk menegaskan status mereka sebagai kekuatan baru yang siap membuat sejarah lagi, sekaligus menantang hegemoni tim-tim tradisional kriket.