BOLSONARO REBUT JERSEY TIMNAS: SIMBOL KEBANGGAAN JADI ALAT POLITIK - Berita Dunia
← Kembali

BOLSONARO REBUT JERSEY TIMNAS: SIMBOL KEBANGGAAN JADI ALAT POLITIK

Foto Berita

Bogota, Kolombia – Perebutan simbol negara kembali terjadi di Amerika Latin. Kali ini, jersey tim nasional Brasil dan Kolombia menjadi medan pertempuran politik antara kubu kanan-jauh dan lawan-lawannya. Fenomena ini memicu kekhawatiran publik karena simbol kebanggaan nasional mulai kehilangan netralitasnya.

Di Brasil, putra sulung mantan presiden Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro, dengan terang-terangan menyebut jersey kuning-hijau sebagai 'kaos Bolsonaro' saat tim nasional berlaga di Piala Dunia 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan strategi politik yang sudah dimulai sejak 2018, di mana Bolsonaro tua kerap tampil dengan jersey timnas untuk menarik simpati nasionalis.

Hal serupa terjadi di Kolombia. Presiden terpilih dari kubu kanan, Abelardo de la Espriella, menjadikan jersey nasional sebagai pusat kampanyenya untuk memproyeksikan patriotisme dan persatuan nasional.

Sosiolog olahraga Bryan Clift menjelaskan, seragam sepak bola menjadi jalan bagi politisi untuk memanfaatkan nasionalisme populer. 'Di negara-negara di mana sepak bola menempati posisi utama dalam budaya, jersey bisa menjadi alat yang sangat kuat untuk membayangkan diri sebagai bagian dari kolektif yang lebih besar,' ujarnya.

Paulo Duarte, kolektor dan penjual jersey Brasil, mengaku sedih melihat simbol kebanggaan negaranya terseret dalam pertarungan politik. 'Saya merasa sedih karena politisi memanfaatkan jersey. Kedua belah pihak melakukan hal ini,' katanya kepada Al Jazeera.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana simbol-simbol olahraga yang seharusnya mempersatukan justru berpotensi memecah belah. Di Indonesia, momen serupa pernah terjadi ketika atribut timnas digunakan dalam kontestasi politik, menimbulkan perdebatan serupa tentang netralitas simbol kebangsaan.

Dampak jangka panjangnya, jika tren ini terus berlanjut, identitas nasional bisa terkotak-kotakkan berdasarkan afiliasi politik. Padahal, seperti diakui Duarte, jersey timnas seharusnya menjadi alat pemersatu yang membawa senyum, bukan perpecahan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook