Aljazeera – Tragedi memilukan terjadi di Aljazair. Sebuah kebakaran hebat meludeskan panti asuhan milik negara di Mohammadia, timur Aljir, menewaskan 11 orang dan melukai 19 lainnya, Kamis (19/9) dini hari.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.30 waktu setempat di Lembaga Penyelamatan Anak, sebuah panti yang menampung anak yatim, anak terlantar, dan anak berkebutuhan khusus. Tim penyelamat dari Badan Perlindungan Sipil setempat langsung diterjunkan ke lokasi.
Dari 19 korban luka, 10 orang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi. Dua lainnya menderita gangguan pernapasan akut akibat menghirup asap tebal. Sementara tujuh korban lainnya mengalami syok psikologis berat. Tim lapangan juga berhasil mengevakuasi lima penghuni berkebutuhan khusus ke tempat aman.
Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Ia mengaku sangat terpukul mendengar kabar kematian anak-anak tersebut. Perdana Menteri Sifi Ghrieb langsung menjenguk korban luka di Rumah Sakit Universitas Mustapha Pacha, Aljir, untuk memastikan perawatan medis berjalan optimal.
Petugas pemadam kebakaran dan tim pencari telah menyelesaikan operasi penyelamatan. Kini, aparat keamanan dan kehakiman tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan warga berkumpul di lokasi kejadian, menyaksikan proses evakuasi.
Analisis: Tragedi ini menyoroti lemahnya sistem keselamatan kebakaran di lembaga sosial milik negara di Aljazair. Kebakaran yang terjadi pada dini hari mempersulit evakuasi, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Peristiwa ini mendorong publik untuk menuntut audit keselamatan menyeluruh di seluruh panti asuhan dan fasilitas publik serupa.