GENJAT SENJATA GAZA GAGAL TOTAL, 1.005 TEWAS - Berita Dunia
← Kembali

GENJAT SENJATA GAZA GAGAL TOTAL, 1.005 TEWAS

Foto Berita

GAZA – Gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat antara Hamas dan Israel sejak Oktober lalu ternyata hanya jadi 'formalitas' di atas kertas. Faktanya, lebih dari 1.000 warga Palestina di Gaza tewas dalam periode yang disebut sebagai 'gencatan senjata' tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina, Rabu (12/6), melaporkan angka kematian mencapai 1.005 jiwa sejak kesepakatan itu ditandatangani. Situasi kemanusiaan di wilayah kantong yang terkepung itu tetap menjadi bencana besar.

“Kami berduka saat Gaza mencapai tonggak tragis lainnya... Ribuan orang yang sempat diberi tahu bahwa yang terburuk sudah berlalu, kini masih mengubur orang-orang yang mereka cintai,” ujar Fikr Shalltoot, Direktur Gaza dari Medical Aid for Palestinians.

Ironisnya, 'gencatan senjata' ini hanya berhasil menghentikan pertempuran skala besar. Namun, fase kedua yang lebih krusial—menarik mundur tentara Israel dari Gaza dan melucuti senjata Hamas—tak kunjung tercapai. Sebaliknya, Israel justru memperkuat posisinya dan kini menguasai 64 persen wilayah Gaza, naik dari 53 persen yang disepakati dalam perjanjian.

Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat, puluhan keluarga di Gaza Timur terpaksa mengungsi setelah Israel memasang balok semen kuning, yang menandai perluasan 'Garis Kuning' ke arah barat. Sementara itu, Hamas melalui anggota biro politiknya, Husam Badran, menegaskan pihaknya belum akan menyerahkan senjata dan nasib arsenal militer akan ditentukan setelah diskusi komprehensif dengan faksi-faksi Palestina lainnya.

Analisis Dampak: Kegagalan ini menunjukkan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang tidak memiliki mekanisme penegakan dan pengawasan yang kuat hanya akan menjadi 'gencatan senjata di atas kertas'. Dampaknya langsung dirasakan warga sipil: dari 37 rumah sakit di Gaza, hanya 20 yang berfungsi sebagian dan tidak ada satu pun yang berfungsi penuh. Blokade yang diperketat membuat bantuan medis dan makanan sulit masuk, menjadikan kelaparan sebagai senjata perang yang diam-diam mematikan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook