KTT ABU DHABI: EROPA DIKABARKAN TAK DIIKUTSERTAKAN - Berita Dunia
← Kembali

KTT ABU DHABI: EROPA DIKABARKAN TAK DIIKUTSERTAKAN

Foto Berita

Pertemuan tingkat tinggi antara Ukraina dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi pada November mendatang dipastikan tanpa kehadiran negara-negara Eropa. Hal ini diungkapkan oleh pejabat tinggi kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, yang menyebut bahwa keterlibatan Eropa sama sekali tidak dibahas dalam percakapan telepon selama 90 menit antara Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Finlandia Alexander Stubb, dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store pada Selasa lalu.

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Presiden Finlandia Alexander Stubb. Dalam pertemuan Dewan Nordik di Helsinki, ia menegaskan bahwa negara-negara Eropa justru akan terlibat dalam pembicaraan di Abu Dhabi tersebut. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam konferensi pers di Belanda mengonfirmasi bahwa pembicaraan trilateral dengan Rusia dan AS akan berlangsung pada 6 hingga 10 November di Uni Emirat Arab. Zelenskyy menekankan bahwa Kyiv sangat menginginkan keterlibatan Eropa dalam perundingan damai tersebut, seraya menyerukan persatuan dan tekanan yang lebih kuat terhadap Rusia.

Di sela-sela kunjungannya, Zelenskyy mendapatkan dukungan finansial yang signifikan. Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, menjanjikan tambahan dana sebesar 500 juta euro (sekitar Rp8,4 triliun) untuk dukungan militer musim dingin ini, yang dialokasikan untuk pembelian drone dan penguatan pertahanan Ukraina. Sebelumnya, pemerintah Belanda juga telah mengumumkan paket bantuan senilai 1,2 miliar euro untuk tiga tahun ke depan serta kontribusi 40 juta euro untuk Dana Dukungan Energi Ukraina. Menteri Perdagangan Luar Negeri Belanda, Sjoerd Sjoerdsma, menegaskan bahwa dukungan pemulihan tidak bisa menunggu gencatan senjata, karena sistem energi dan fasilitas publik harus tetap beroperasi.

Selain itu, Zelenskyy juga mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, atas paket bantuan tambahan senilai 10 miliar poundsterling (sekitar Rp198 triliun). Menurut kantor Downing Street, bantuan tersebut mencakup 500 juta poundsterling untuk dukungan militer guna menutup celah mendesak dalam pertahanan udara Ukraina selama musim dingin.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook