Presiden AS Donald Trump kembali memicu kontroversi dalam pidato kampanye terakhirnya di Iowa dan Kansas menjelang pemilu sela 3 November. Di hadapan pendukungnya, Trump melontarkan sejumlah pernyataan provokatif yang berpotensi memanaskan suhu politik menjelang hari pencoblosan.
Pernyataan kontroversial ini muncul saat Partai Republik berjuang mempertahankan mayoritas di Kongres. Berbagai survei menunjukkan posisi partai berkuasa sedang tertekan, sehingga pidato tersebut diduga menjadi strategi untuk menggalang basis pendukung garis keras.
Dampaknya bagi masyarakat AS cukup signifikan. Retorika provokatif semacam ini berisiko memperlebar polarisasi politik yang sudah tajam, memicu ketegangan sosial, dan menurunkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Media internasional seperti Al Jazeera menilai eskalasi retorika menjelang pemilu bisa memengaruhi persepsi pemilih moderat dan meningkatkan potensi konflik pasca-pencoblosan.