Tim Kriket Pakistan sukses mengunci gelar juara seri T20 melawan Australia setelah kembali meraih kemenangan telak di laga kedua. Bermain di Lahore pada Sabtu (waktu setempat), Pakistan menghajar Australia dengan selisih 90 run, menegaskan dominasinya dan memimpin seri tiga pertandingan ini 2-0. Ini adalah kemenangan T20I terbesar Pakistan atas Australia, melampaui rekor 66 run pada 2018.
Kemenangan fantastis ini tak lepas dari performa gemilang kapten Salman Ali Agha yang mencetak 76 run dari 40 bola, didukung Usman Khan dengan 53 run dari 36 bola. Total 198-5 yang dicetak Pakistan menjadi skor T20I tertinggi mereka melawan Australia. Namun, pahlawan sebenarnya adalah kuartet spinner Pakistan. Mereka berbagi rata sepuluh wicket, dengan Abrar Ahmed tampil memukau lewat 3-14 dan Shadab Khan menyusul 3-26. Gempuran spin ini membuat Australia 'rontok' hanya dengan 108 run dalam 15.4 over.
Pelatih Australia, Mitchell Marsh, tak bisa menutupi kekagumannya. 'Pakistan bermain jauh lebih baik dari kami,' ujarnya. Meski Marsh kembali bermain setelah absen di laga pertama, timnya tak punya jawaban atas serangan spin mematikan Pakistan. Cameron Green sempat menjadi top skorer Australia dengan 35 run, namun itu tak cukup membendung laju Pakistan.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar seri, tetapi juga suntikan moral penting bagi Pakistan. Seperti diutarakan Agha, tim ingin menjaga intensitas dan energi ini menuju Piala Dunia T20 yang akan dimulai pada 7 Februari di India dan Sri Lanka. Dominasi para spinner Pakistan, yang secara konsisten menggempur lini tengah Australia, menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah kriket internasional, khususnya dalam format T20. Sementara itu, bagi Australia, kekalahan telak ini bisa menjadi alarm penting untuk segera mengevaluasi strategi mereka, terutama dalam menghadapi serangan spin, jelang turnamen besar tersebut.