Enam anggota Kongres Amerika Serikat dari kubu progresif resmi mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam tindakan Israel terhadap para pekerja kesehatan Palestina. Mereka menyoroti nasib Dr. Hussam Abu Safia, seorang dokter Gaza yang telah ditahan sejak Desember 2024 tanpa dakwaan dan tanpa proses pengadilan. Dalam pernyataan tersebut, para legislator menyebut bahwa sistem kesehatan di Palestina telah dihancurkan secara sistematis selama tiga tahun terakhir, dengan sedikitnya 1.700 tenaga medis tewas dan ratusan lainnya ditahan dalam kondisi yang tidak manusiawi.
Pernyataan ini juga menyoroti pola serangan terhadap infrastruktur kesehatan yang dianggap sebagai bagian dari kebijakan yang bertujuan memperparah pendudukan dan penderitaan warga Palestina. Israel sendiri berdalih bahwa fasilitas medis digunakan oleh kelompok bersenjata, meski berbagai penyelidikan independenātermasuk temuan Forensic Architectureāmembantah klaim tersebut dan mengungkap eksekusi terhadap konvoi ambulans yang jelas-jelas ditandai.
Dampaknya bagi masyarakat internasional, tekanan politik terhadap kebijakan AS semakin menguat, terutama menjelang siklus pemilu. Bagi warga Palestina, pernyataan ini menjadi angin segar di tengah minimnya perlindungan terhadap tenaga medis yang menjadi garda terakhir layanan dasar. Isu ini juga memperkuat seruan global untuk penyelidikan independen atas dugaan kejahatan perang.