Insiden mengerikan terjadi di udara. Seorang kopilot diduga mencoba membajak pesawat Flydubai tujuan Tel Aviv, Israel, dengan menyerang kapten menggunakan kapak darurat. Aksi ini berhasil digagalkan, namun memicu pertanyaan besar soal keamanan penerbangan dan proses seleksi pilot.
Kopilot tersebut diidentifikasi sebagai Hamam al-Hammami, warga negara Oman. Menurut laporan media internasional, al-Hammami sebelumnya sempat dilarang terbang di negaranya sendiri karena kekhawatiran terkait pandangan ekstremis. Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) menyebut kejadian ini sebagai upaya 'operasi teroris'.
Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 itu membawa 174 orang. Insiden terjadi saat pesawat berada di ketinggian 34.000 kaki. Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat sempat terjun bebas lebih dari 17.000 kaki dalam waktu sekitar dua menit sebelum akhirnya kembali stabil. Kapten pesawat, Smit Machchhar asal India, menjadi korban serangan, namun belum ada laporan resmi mengenai kondisinya saat ini.
Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan apakah al-Hammami bertindak sendiri (lone wolf) atau memiliki koneksi dengan kelompok ekstremis tertentu. Kasus ini menyoroti celah dalam sistem verifikasi latar belakang pilot di industri penerbangan global.