Seorang bocah sekolah asal Palestina menjadi sorotan dunia setelah fotonya viral di media sosial. Dalam gambar tersebut, ia terlihat bersembunyi dari pasukan Israel saat sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah di kawasan Tepi Barat yang diduduki.
Nahas, aksi persembunyiannya itu ternyata diketahui oleh tentara Israel. Al Jazeera melaporkan bahwa begitu ditemukan, sang anak langsung menjadi sasaran pemukulan oleh militer. Akibat trauma yang dialaminya, bocah malang ini kini mengaku sangat ketakutan dan enggan untuk kembali bersekolah.
Analisis Dampak: Insiden ini bukan sekadar kekerasan fisik, tetapi juga bentuk pelanggaran hak asasi manusia, khususnya hak anak atas pendidikan dan rasa aman. Kejadian serupa seringkali memicu eskalasi ketegangan di wilayah Tepi Barat, yang berimbas pada terganggunya aktivitas belajar-mengajar bagi ratusan pelajar Palestina lainnya. Trauma psikologis pada anak-anak dapat menghambat masa depan mereka, sementara komunitas internasional terus menyerukan perlindungan bagi warga sipil, terutama anak-anak, dalam konflik berkepanjangan ini.