Kanada mengambil langkah mengejutkan yang menandai perbedaan sikap signifikan dari Amerika Serikat. Ottawa memutuskan untuk memangkas tarif 100% pada kendaraan listrik (EV) buatan Tiongkok. Keputusan ini datang sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, di mana Tiongkok berjanji akan menurunkan bea masuknya untuk produk ekspor pertanian Kanada.
Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan kebijakan baru ini setelah serangkaian pembicaraan di Beijing. Langkah ini jelas menunjukkan upaya Kanada untuk merajut kembali dan mengatur ulang hubungannya dengan Tiongkok, bahkan jika itu berarti menyimpang dari kebijakan sekutu dekatnya, Amerika Serikat.
Kesepakatan ini berpotensi mengubah dinamika perdagangan kedua negara. Dengan pemotongan tarif EV, Kanada membuka pintu lebih lebar bagi masuknya kendaraan listrik Tiongkok ke pasarnya, yang selama ini dibatasi oleh tarif tinggi. Di sisi lain, petani Kanada akan mendapatkan keuntungan dari akses pasar yang lebih mudah dan biaya yang lebih rendah untuk menjual produk pertanian mereka ke Tiongkok.
Kebijakan AS sendiri terhadap Tiongkok, terutama di sektor teknologi dan perdagangan, cenderung lebih proteksionis dan konfrontatif. Dengan keputusan ini, Kanada menegaskan independensinya dalam menentukan arah kebijakan luar negeri dan ekonominya, memprioritaskan kepentingan nasional dalam menjalin hubungan bilateral dengan kekuatan ekonomi global seperti Tiongkok. Ini adalah sinyal kuat dari Ottawa tentang bagaimana mereka melihat masa depan hubungan dagang dan diplomatiknya di panggung dunia.