TERNYATA INI ALASAN TRUMP TUNDA SERANGAN KE IRAN! - Berita Dunia
← Kembali

TERNYATA INI ALASAN TRUMP TUNDA SERANGAN KE IRAN!

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menunda ancaman serangan terhadap jaringan listrik Iran. Penundaan terbaru ini, hingga 6 April 2026, disebut-sebut karena adanya kemajuan dalam negosiasi yang bertujuan mengakhiri konflik di negara tersebut.

Ancaman serangan ini merupakan upaya Trump untuk menekan Iran agar segera membuka kembali Selat Hormuz, jalur perairan vital yang strategis bagi lalu lintas minyak global. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa "atas permintaan Pemerintah Iran," ia menunda periode penghancuran fasilitas energi selama 10 hari.

Ini bukan kali pertama Trump mengumumkan penundaan. Sebelumnya, ia sempat mengancam akan menyerang jaringan listrik Iran dalam 48 jam jika Selat Hormuz tidak dibuka, bahkan akan dimulai dari fasilitas terbesar. Namun, ancaman itu kemudian ditunda beberapa kali, dengan alasan adanya "percakapan yang baik dan produktif," meski klaim negosiasi tersebut dibantah oleh pihak Iran.

Konflik antara AS dan Israel dengan Iran sendiri sudah berlangsung hampir sebulan, dimulai sejak 28 Februari lalu. Namun, ancaman untuk secara sengaja menargetkan pasokan listrik Iran menuai kritik tajam. Para ahli hukum telah mengecam serangan awal ke Iran sebagai tindakan agresi yang tidak beralasan.

Lebih lanjut, menghancurkan atau merusak infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang di bawah Konvensi Jenewa. Amnesty International bahkan mengecam rencana Trump untuk membombardir pembangkit listrik Iran sebagai "ancaman untuk melakukan kejahatan perang." Meskipun ada argumen tentang serangan pada fasilitas "dual-use" (sipil dan militer) seperti yang terjadi di Ukraina, Mahkamah Pidana Internasional tetap mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait serangan serupa di sana.

Di sisi lain, sumbatan yang dilakukan Iran di Selat Hormuz telah mengguncang ekonomi global. Lebih dari seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit ini, dan terancamnya kapal tanker telah membuat lalu lintas minyak sebagian besar terhenti. Meskipun Gedung Putih bersikukuh kemenangan di Iran sudah di depan mata, perang ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Upaya Trump meminta bantuan sekutu untuk membuka kembali selat tersebut pun mendapat skeptisisme dari negara-negara NATO dan mitra lainnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook