50 TAHUN KUDETA ARGENTINA: LUKA SEJARAH TAK TERLUPAKAN! - Berita Dunia
← Kembali

50 TAHUN KUDETA ARGENTINA: LUKA SEJARAH TAK TERLUPAKAN!

Foto Berita

Ribuan warga Argentina baru-baru ini membanjiri jalanan Buenos Aires, memperingati 50 tahun kudeta militer berdarah yang pernah mencengkeram negara itu. Sebuah momen penting untuk mengenang sekitar 30.000 korban yang "dihilangkan" selama era kelam "Perang Kotor."

Tanggal 24 Maret selalu menjadi hari istimewa nan kelabu bagi Argentina. Pasalnya, setiap tahun di tanggal tersebut, ribuan orang berkumpul, berunjuk rasa, dan berpawai di berbagai sudut kota Buenos Aires. Mereka mengenang setengah abad atau 50 tahun berlalu sejak kudeta militer terakhir yang terjadi pada 1976. Hari itu bahkan ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk menghormati memori sekitar 30.000 jiwa yang diperkirakan lenyap tanpa jejak selama periode yang dikenal sebagai "Perang Kotor."

Bagi yang belum tahu, "Perang Kotor" atau Dirty War adalah salah satu episode paling gelap dalam sejarah Argentina yang berlangsung antara tahun 1976 hingga 1983 di bawah rezim kediktatoran militer. Ini bukan perang biasa, melainkan kampanye teror yang dilancarkan negara terhadap rakyatnya sendiri. Pihak militer secara brutal menargetkan para oposisi politik, aktivis mahasiswa, serikat pekerja, jurnalis, dan siapa pun yang dianggap sebagai "subversif." Ribuan orang diculik, disiksa, dan dieksekusi secara rahasia. Ironisnya, banyak dari mereka yang "dihilangkan" ini—dikenal sebagai desaparecidos—jenazahnya tidak pernah ditemukan, meninggalkan keluarga dalam ketidakpastian abadi.

Unjuk rasa peringatan semacam ini bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah manifestasi kolektif dari ingatan yang menolak padam. Masyarakat Argentina menggunakan momen ini untuk menyerukan keadilan, menjaga memori para korban tetap hidup, dan yang terpenting, menegaskan kembali komitmen mereka terhadap nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Pesan yang ingin disampaikan jelas: sejarah kelam harus diingat agar tidak terulang kembali. Peringatan ini sekaligus menjadi simbol ketahanan sebuah bangsa yang terus berjuang untuk menyembuhkan luka masa lalu sambil menatap masa depan yang lebih adil dan beradab.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook