Kepanikan melanda Kyiv. Serhii Beskrestnov, penasihat kunci Presiden Zelensky, mengungkapkan bahwa warga Ukraina telah menjadi korban jiwa akibat tidak adanya peringatan dini yang memadai terhadap serangan rudal balistik Rusia. Dalam wawancara dengan BBC, ia menegaskan bahwa keterlambatan informasi dari Amerika Serikat membuat warga sipil tidak punya waktu untuk berlindung.
Meski Gedung Putih membantah adanya perubahan dalam berbagi intelijen, fakta di lapangan berbicara lain. Zelensky mencatat bahwa serangan rudal baru-baru ini terjadi tanpa peringatan sama sekali, atau hanya memberi waktu perlindungan yang sangat minim. Situasi ini diperparah dengan adanya pembatasan pada jaringan internet Starlink dan layanan militer Starshield, yang membatasi kecepatan unit bergerak hingga 100mph. Pembatasan ini dinilai menghambat kemampuan Ukraina untuk menembak jatuh drone musuh atau melancarkan serangan balik.
Beskrestnov menduga kuat bahwa kombinasi antara minimnya data intelijen dan pembatasan Starlink bukanlah kebetulan, melainkan upaya terkoordinasi untuk menekan Ukraina. Meskipun Elon Musk menyatakan kontrol ada di tangan pemerintah AS, pihak Kyiv terus mendesak transparansi karena dampaknya sudah memakan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil.