PBB KECAM ISRAEL! DOKTER GAZA DISEKSA, NYAWA TERANCAM - Berita Dunia
← Kembali

PBB KECAM ISRAEL! DOKTER GAZA DISEKSA, NYAWA TERANCAM

Foto Berita

Kecaman dunia kembali mengarah pada Israel setelah laporan mengejutkan dari para pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tlaleng Mofokeng dan Ben Saul. Mereka menegaskan Dr. Hussam Abu Safia, seorang dokter Palestina dari Gaza dan mantan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Dr. Safia ditahan oleh pasukan Israel sejak Desember 2023, setelah ia menolak meninggalkan rumah sakit yang kala itu menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang masih berfungsi di wilayah tersebut.

Menurut laporan PBB, Dr. Safia secara sistematis tidak mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis krusial selama dalam penahanan. Haknya untuk terbebas dari penyiksaan dan perlakuan buruk telah dilanggar, bahkan mengancam nyawa serta kesehatannya. Seperti banyak tahanan lain dari Jalur Gaza, Dr. Safia ditahan tanpa dakwaan atau melalui proses pengadilan, memicu gelombang kecaman luas dari berbagai organisasi internasional.

Amnesty International turut menyuarakan keprihatinannya, menyebut penangkapan dan penahanan Dr. Safia sebagai refleksi dari serangan sistematis Israel terhadap tenaga kesehatan Palestina. Tindakan ini, menurut mereka, bertujuan untuk melumpuhkan sistem layanan kesehatan di Gaza, menciptakan kondisi yang sengaja dirancang untuk 'menghancurkan fisik warga Palestina'.

Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperkuat gambaran kelam ini. Sejak Oktober 2023, lebih dari 930 serangan telah tercatat menargetkan sektor kesehatan di Gaza. Seluruh 36 rumah sakit di Jalur Gaza mengalami kerusakan akibat serangan Israel, dengan hanya separuhnya yang masih berfungsi sebagian. Kelompok kemanusiaan Medical Aid for Palestinians (MAP) melaporkan setidaknya 1.722 tenaga medis telah tewas sejak awal konflik pada Oktober 2023.

Kasus Dr. Safia ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan puncak gunung es dari krisis kemanusiaan yang lebih luas di Gaza. Penargetan fasilitas dan tenaga kesehatan merupakan pelanggaran serius hukum perang internasional, merampas hak dasar warga sipil atas layanan medis dan memperparah penderitaan jutaan orang. PBB mendesak komunitas internasional, terutama negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Israel, untuk segera bertindak demi memastikan pencegahan, jalur hukum, dan keadilan. Mereka menuntut Israel membebaskan Dr. Abu Safiya dan semua tenaga kesehatan, serta menjamin mereka mendapat akses perawatan medis yang layak dan aman.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook