Insiden mencekam kembali terjadi di perairan Laut Hitam. Sebuah kapal tanker berbendera San Marino, Wine Trader, dilaporkan terbakar hebat setelah diduga dihantam drone saat melintas sekitar 24 kilometer dari muara Sungai Danube, Sulina, Rumania, pada Kamis pagi waktu setempat.
Dari total 12 kru yang berada di atas kapal, baru empat orang yang berhasil ditemukan dalam kondisi hidup. Sementara itu, delapan kru lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan yang mengerahkan dua helikopter Black Hawk dan dua kapal penyelamat. Operasi penyelamatan ini terhambat gelombang laut yang tinggi dan cuaca buruk di lokasi kejadian.
Insiden ini menambah panjang daftar serangan terhadap kapal sipil di kawasan tersebut. Sebelumnya, dua kapal kargo juga dilaporkan menjadi sasaran drone di lepas pantai Bulgaria, yang memicu kemarahan internasional. Presiden Rumania dan Bulgaria dijadwalkan membahas kemungkinan mengaktifkan Pasal 4 NATO, yang memungkinkan konsultasi antaranggota aliansi jika keamanan wilayah mereka terancam.
Analisis Singkat: Eskalasi di Laut Hitam ini bukan sekadar masalah keamanan pelayaran, tetapi juga ancaman langsung terhadap rantai pasok pangan global. Laut Hitam adalah jalur vital ekspor gandum dan komoditas lainnya. Serangan yang terus berulang membuat premi asuransi pelayaran melonjak, yang ujung-ujungnya akan menaikkan harga pangan di pasar internasional. Jika ketegangan ini tidak mereda, krisis energi dan pangan di Eropa serta negara-negara berkembang bisa semakin dalam.