Jakarta, Media Online – Jalan Iran menuju Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal sepak bola. Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, striker tim nasional Iran, Mehdi Taremi, mengungkap beban berat yang dipikul timnya. Mulai dari kekhawatiran keamanan hingga tekanan sebagai wakil bangsa yang sedang dilanda konflik, Tim Melli harus berjuang di tengah situasi politik yang panas.
Taremi mengakui bahwa Piala Dunia kali ini menjadi salah satu turnamen paling sarat muatan politik dalam sejarah. Ia menyebut, para pemain tidak hanya bermain untuk kemenangan, tapi juga membawa harapan dan doa dari rakyat Iran yang tengah menghadapi perang dan ketidakpastian.
Analisis dari media lain menyebutkan, tekanan ini bisa menjadi bumerang. Di satu sisi, semangat patriotisme bisa mendongkrak performa tim. Namun di sisi lain, beban psikologis yang berat berpotensi mengganggu konsentrasi pemain di lapangan. Situasi ini mengingatkan pada momen-momen dramatis di Piala Dunia sebelumnya, di mana tim-tim dari negara konflik sering tampil di luar dugaan, baik positif maupun negatif.