New Delhi, India – Setelah berbulan-bulan mandek, FIFA akhirnya mencapai kesepakatan dengan Zee Entertainment untuk menyiarkan Piala Dunia 2026 dan 2030 di India. Kesepakatan yang diumumkan pada Senin (27/5) ini mencakup 39 turnamen FIFA hingga tahun 2034, termasuk Piala Dunia Wanita 2027.
Meski nilai kontrak tidak diungkap, sumber menyebut FIFA awalnya meminta sekitar 100 juta dolar AS untuk dua edisi Piala Dunia, namun akhirnya menurunkan harga menjadi 60 juta dolar AS. Angka ini setara dengan yang dibayarkan Viacom18 untuk Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kesepakatan ini menjadi penyelamat bagi FIFA karena India adalah salah satu pasar besar terakhir yang belum memiliki pemegang hak siar. Bagi Zee, langkah ini menjadi pintu masuk ke pasar siaran olahraga yang selama ini dikuasai oleh raksasa JioStar (gabungan Reliance dan Disney).
Analisis Dampak: Meski kabar ini positif, tantangan besar masih membayangi. Sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan perbedaan waktu 10-12 jam, hanya 14 dari total 104 pertandingan yang akan tayang sebelum tengah malam waktu India. Final pun baru akan mulai pukul 00.30 dini hari.
Analis dari Elara Capital, Karan Taurani, menilai bahwa siaran televisi kini menjadi media yang 'terpuruk' di India. "Mayoritas penonton beralih ke platform digital. Apalagi, hanya sedikit penggemar IPL (kriket) yang tertarik menonton sepak bola, apalagi sampai begadang," ujarnya.
Kondisi ini mirip dengan tantangan yang dihadapi penyiar di Indonesia. Jika Zee tidak jeli dalam strategi digital dan konten pendamping, investasi besar ini berisiko tidak sebanding dengan rating yang diraih.