LEBANON HIDUPKAN BANDARA LAMA: AKANKAH JADI JAWABAN KRISIS? - Berita Dunia
← Kembali

LEBANON HIDUPKAN BANDARA LAMA: AKANKAH JADI JAWABAN KRISIS?

Foto Berita

Pemerintah Lebanon kini serius menggarap rencana pembukaan kembali Bandara Internasional Rene Mouawad di Qlayaat, Lebanon Utara. Bandara ini digadang-gadang bisa beroperasi lagi mulai musim panas tahun ini. Setelah bertahun-tahun jadi bahan perdebatan panas politik, resistensi terhadap proyek ini dilaporkan meredup dalam beberapa bulan terakhir, membuka jalan bagi realisasinya.

Menteri Transportasi Lebanon bahkan siap menjajal penerbangan demonstrasi dalam waktu dekat sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah. Lokasi bandara yang strategis, hanya sekitar 6 kilometer dari perbatasan Suriah, diharapkan bisa melayani lalu lintas udara dari sebagian wilayah Suriah dan Lebanon sendiri. Ini jadi angin segar bagi kawasan utara Lebanon yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat perekonomian paling rentan.

Sebagai editor, kami melihat langkah ini bukan sekadar membuka jalur penerbangan baru, tapi juga upaya Lebanon mencari solusi di tengah berbagai tantangan. Bandara Qlayaat punya sejarah panjang. Dibangun era 1930-an, sempat jadi pangkalan militer Prancis, lalu beralih fungsi sipil, terutama untuk mengangkut insinyur di tahun 1960-an. Paling krusial, saat perang sipil Lebanon (1988-1990), bandara ini jadi urat nadi penghubung penting saat jalan darat terputus. Di sanalah, pada 5 November 1989, Parlemen Lebanon mengesahkan Perjanjian Taif yang mengakhiri perang saudara. Nama bandara ini juga untuk mengenang Presiden Rene Mouawad yang terbunuh tak lama setelah dilantik di sana.

Kini, selain harapan ekonomi, pembukaan kembali bandara ini juga jadi opsi keamanan. Desakan untuk punya bandara kedua menguat saat perang Israel-Lebanon di tahun 2024, di mana penerbangan di Bandara Internasional Beirut-Rafic Hariri sempat terganggu asap serangan Israel. Ada pula tudingan bahwa bandara Beirut dikendalikan kelompok tertentu, sehingga bandara Qlayaat bisa menjadi alternatif yang lebih netral dan aman dari risiko konflik. Ini adalah langkah berani yang bisa mengubah lanskap transportasi dan ekonomi Lebanon, sekaligus menawarkan pilihan strategis di masa depan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook