Rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Israel kini jadi sorotan hangat dan memicu gelombang protes meluas di berbagai kota di India. Para aktivis mendesak agar kunjungan penting ini segera dibatalkan, menganggapnya bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.
Para penentang berargumen, langkah Modi tersebut tidak selaras dengan jati diri India sebagai negara yang pernah merasakan pahitnya penjajahan kolonial Inggris. Mereka khawatir, kunjungan ini bisa diartikan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan yang berpotensi menekan pihak lain, mengingatkan pada sejarah kelam imperialisme yang pernah dialami India.
Di balik gejolak ini, tersirat pertarungan pandangan terkait arah kebijakan luar negeri India. Sejarah mencatat, India selama ini dikenal sebagai pendukung setia kemerdekaan Palestina dan penentang kolonialisme. Namun, belakangan, hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel memang kian mesra. Protes ini menjadi sinyal kuat bahwa sebagian masyarakat India tetap teguh pada prinsip anti-kolonialisme dan berpotensi memicu perdebatan sengit tentang identitas serta posisi India di kancah global. Pemerintah Modi kini dihadapkan pada dilema: meneruskan agenda diplomatik yang telah direncanakan atau mendengarkan suara penolakan dari dalam negeri yang berakar pada nilai-nilai historis bangsa.