UGANDA — Pemerintah Uganda resmi melarang seluruh kegiatan wisata sekolah menyusul kecelakaan maut yang menewaskan 20 siswa dan seorang guru di Kapchorwa, Kamis malam (21/11). Insiden tragis ini terjadi saat bus rombongan SMP King David Junior School baru saja kembali dari kunjungan edukasi ke Air Terjun Sipi.
Menurut laporan Kepolisian Uganda, bus nahas itu terguling setelah menghantam batu besar di dekat Desa Chekwatit. Sopir diduga kehilangan kendali saat melintasi jalanan yang dikenal rawan kecelakaan. Tak hanya korban jiwa, kecelakaan ini juga melukai puluhan orang lainnya, dengan sembilan di antaranya masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Menteri Pemerintahan Daerah Uganda, Balaam Barugahara Ateenyi, mengonfirmasi bahwa lebih dari 28 anak masih menjalani perawatan intensif. Korban dewasa yang tewas diduga adalah pendiri sekaligus kepala sekolah tersebut. Sayangnya, pihak berwenang belum merilis identitas korban anak-anak.
Warga setempat menjadi penolong pertama sebelum tim penyelamat tiba. Beberapa korban selamat bahkan harus dievakuasi menggunakan mobil pikap ke rumah sakit terdekat. Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 300 kilometer dari Kampala, dekat perbatasan Uganda-Kenya.
Insiden ini kembali menyoroti buruknya keselamatan jalan di Uganda. Negara ini mencatat salah satu tingkat kecelakaan tertinggi di kawasan yang notabene memiliki rekor keselamatan jalan terburuk di dunia. Pelanggaran seperti kecepatan berlebih, kendaraan tak terawat, dan infrastruktur jalan yang rusak menjadi faktor utama. Sebelumnya, pada Oktober lalu, 46 orang tewas dalam tabrakan beruntun di jalan tol Kampala-Gulu.
Pemerintah pun langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua kegiatan wisata sekolah hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Keputusan ini diharapkan bisa mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.