PRANCIS PANGGIL DUBES AS: INSIDEN LYON PICU KEMARAHAN PARIS! - Berita Dunia
← Kembali

PRANCIS PANGGIL DUBES AS: INSIDEN LYON PICU KEMARAHAN PARIS!

Foto Berita

Suasana tegang menyelimuti hubungan diplomatik Prancis dan Amerika Serikat menyusul rencana pemanggilan Duta Besar AS di Paris. Kemarahan Paris tersulut oleh komentar Kedutaan Besar AS terkait kematian seorang aktivis sayap kanan di Lyon. Apa pemicu gesekan diplomatik ini?

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengumumkan bahwa Duta Besar Amerika Serikat untuk Prancis, Charles Kushner, akan segera dipanggil ke kantornya. Pemanggilan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena Kedutaan Besar AS melontarkan komentar mengenai kematian Quentin Deranque, seorang aktivis sayap kanan berusia 23 tahun yang tewas dipukuli di Lyon pada 12 Februari lalu.

Pemerintah Prancis secara tegas menolak keras upaya penggunaan tragedi ini untuk kepentingan politik. Insiden kematian Deranque sendiri telah memanaskan suhu politik di Prancis, terutama menjelang pemilihan presiden tahun depan. Presiden Emmanuel Macron bahkan sampai harus menyerukan ketenangan di tengah gelombang demonstrasi yang dilakukan kelompok sayap kanan untuk mengenang Deranque.

Sebelumnya, pejabat tinggi AS, Sarah Rogers dari Departemen Luar Negeri, bahkan menyebut insiden kematian Deranque sebagai tindakan 'terorisme' dan mengecam 'kekerasan radikal kiri' yang dituduhnya menjadi penyebab. Komentar ini, yang kemudian dibagikan oleh akun Kedutaan Besar AS di platform X, jelas-jelas mengesankan adanya intervensi dalam isu domestik Prancis.

Bukan hanya AS, kematian Deranque juga memicu ketegangan diplomatik antara Prancis dan Italia. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang memiliki kedekatan dengan mantan Presiden AS Donald Trump, turut angkat bicara dan menyebut kematian Deranque sebagai 'luka bagi seluruh Eropa.' Pernyataan ini langsung menuai kritik dari Presiden Macron, yang menganggap Meloni mencampuri urusan dalam negeri Prancis.

Insiden ini memperlihatkan betapa sensitifnya komentar pihak asing terhadap isu-isu domestik yang sarat muatan politik, apalagi menjelang pesta demokrasi. Reaksi dari Washington dan Roma, yang cenderung berpihak pada narasi sayap kanan, berpotensi memperdalam polarisasi dan mengganggu kedaulatan Prancis dalam menangani kasus hukumnya sendiri. Sejauh ini, enam pria telah didakwa terlibat dalam penyerangan yang berujung maut itu, dan seorang asisten anggota parlemen sayap kiri juga dituduh terlibat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook