Tim kriket Italia membuat kejutan besar di kancah olahraga global! Setelah dua abad sejak kriket pertama kali diperkenalkan di sana, Azzurri, julukan tim nasional Italia, akhirnya berhasil melaju ke Piala Dunia T20 ICC untuk pertama kalinya. Capaian ini menjadi tonggak sejarah yang membanggakan dan membuka babak baru bagi olahraga kriket di negeri yang identik dengan sepak bola.
Italia mengamankan tiket prestisius ke Piala Dunia T20 2026 yang akan diselenggarakan di India dan Sri Lanka. Kualifikasi dramatis terjadi Juli lalu, di mana mereka berhasil finish di posisi kedua kualifikasi Eropa, hanya kalah dari Belanda. Puncaknya, kemenangan 12 run atas Skotlandia yang notabene adalah salah satu tim kuat di tier kedua, mengejutkan dunia kriket. Performa gemilang all-rounder Harry Manenti, yang menyumbang 38 run dan lima wicket, serta aksi Emilio Gay (meski kini absen karena cedera) dengan 50 run dari 21 bola, menjadi kunci keberhasilan ini. Mereka lolos berkat keunggulan net run rate.
Skuad Italia yang akan berlaga di Grup C bersama Skotlandia, Nepal, Hindia Barat, dan Inggris, memiliki kisah yang menarik. Salah satu bintangnya adalah Crishan Kalugamage, seorang leg spinner yang lahir di Sri Lanka, merantau ke Tuscany, Italia, bersama keluarganya saat berusia 15 tahun. Kini, 21 tahun kemudian, ia akan mewakili Italia di panggung dunia. Uniknya, tim ini sebagian besar diisi oleh campuran pemain “lokal” dan diaspora dari Australia, Afrika Selatan, serta Inggris yang memiliki garis keturunan Italia. Fenomena ini menunjukkan bagaimana kriket modern semakin mendunia, menyatukan talenta dari berbagai latar belakang dan komunitas imigran yang mencari peluang.
Pelatih Kevin O’Brien, mantan pemain internasional Irlandia, memasang target tinggi: lolos dari fase grup. O’Brien yakin dengan skuadnya yang berpengalaman, meski belum banyak berlaga di Piala Dunia, mampu bersaing. Kepercayaan diri tim semakin tumbuh setelah mengalahkan Irlandia dalam turnamen pemanasan pra-Piala Dunia. Keberhasilan ini bukan sekadar partisipasi, melainkan sinyal penting bagi perkembangan kriket di Italia. Di negara yang identik dengan sepak bola sejak era Herbert Kilpin (pendiri Milan Foot-Ball and Cricket Club pada 1899), kriket kini mendapat panggung besar, diharapkan mampu memicu minat masyarakat dan membuka babak baru dalam sejarah olahraga mereka.