TEHERAN, IRAN – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak. Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan telah melumpuhkan sebuah kapal kargo berbendera Panama di Teluk Oman. Aksi ini merupakan bagian dari upaya penegakan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran selatan.
Video yang dirilis CENTCOM menunjukkan jet tempur menembak bagian buritan kapal tersebut untuk melumpuhkan sistem propulsinya. Sejak blokade diberlakukan kembali pada pertengahan Juli, CENTCOM mengklaim telah melumpuhkan empat kapal komersial, memutar balikkan 135 kapal, dan menghancurkan 10 tanker yang diduga terkait dengan Iran.
Di sisi lain, Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran memberikan peringatan keras. Mereka menyatakan bahwa sebuah supertanker minyak mentah mengalami kebakaran hebat setelah menghantam ranjau laut karena menggunakan rute tidak resmi dengan sistem navigasi dimatikan. IRGC menegaskan bahwa kapal tanker mana pun yang "mengabaikan keamanan dan aturan" di selat strategis tersebut akan bernasib sama.
Panglima Staf Gabungan Angkatan Darat Iran, Habibollah Sayyari, menegaskan bahwa pasukannya tetap siaga untuk operasi defensif maupun ofensif. "Kami telah melancarkan pukulan terhadap kapal-kapal musuh. Jika ada hal lain yang terjadi menentang Iran, kami akan menyerang mereka lagi," ujarnya kepada televisi pemerintah.
Data dari UKMTO mencatat beberapa insiden serangan atau peringatan terhadap kapal di Selat Hormuz dan Teluk Oman dalam 24 jam terakhir. Bahkan, penjaga pantai Uni Emirat Arab (UAE) dilaporkan telah menyelamatkan 22 kru kapal tanker yang terbakar di dekat pantainya.
Analisis Dampak: Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengangkut seperlima minyak dan gas dunia pada masa damai. Eskalasi ini tidak hanya mengancam keselamatan pelayaran internasional, tetapi juga berpotensi besar mengganggu stabilitas pasokan energi global. Penurunan arus energi telah terlihat, dengan data Kpler menunjukkan rata-rata minyak mentah yang melewati selat tersebut menurun drastis pada pekan yang berakhir 7 Oktober, memicu kekhawatiran kenaikan harga minyak dunia yang bisa berdampak pada ekonomi masyarakat luas.