VENEZUELA BEBASKAN RATUSAN TAHANAN: AWAL KEBEBASAN SEJATI? - Berita Dunia
← Kembali

VENEZUELA BEBASKAN RATUSAN TAHANAN: AWAL KEBEBASAN SEJATI?

Foto Berita

Sejak Januari lalu, lebih dari 400 tahanan politik di Venezuela telah merasakan kebebasan, menurut kelompok hak asasi manusia Foro Penal. Pembebasan massal ini terjadi setelah ada tekanan kuat dari Amerika Serikat, menyusul operasi militer yang dilaporkan AS untuk menahan mantan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari. Langkah pemerintah sementara Venezuela di bawah Presiden Delcy Rodriguez ini disebut sebagai "isyarat perdamaian" setelah bertahun-tahun perpecahan politik.

Salah satu yang merasakan angin segar kebebasan adalah Ramon Centeno, seorang jurnalis berusia 38 tahun. Ia menghabiskan empat tahun dalam sel sempit tanpa jendela, hanya ditemani cahaya redup dan gema seruan "Hidup Chavez!" setiap pagi. Centeno ditahan sejak 2022 karena wawancara yang dianggap "tak disetujui" pemerintah, yang mengaitkan pejabat dengan dugaan perdagangan narkoba. Pembebasannya pada 14 Januari adalah momen "terlahir kembali" baginya, meski kebahagiaan itu hanya sesaat. Sang ibu, Omaira Navas, yang menyambutnya dengan gembira, meninggal dunia 13 hari kemudian.

Langkah pemerintah sementara ini tentu disambut haru oleh keluarga yang akhirnya bisa berkumpul kembali. Namun, para kritikus dan pengamat ragu apakah ini menandai pergeseran nyata dari kebijakan pengekangan perbedaan pendapat yang telah berlangsung lebih dari dua dekade di era Maduro dan Hugo Chavez sebelumnya. Analis Venezuela, Carmen Beatriz Fernandez, menilai negara itu sedang menghadapi transisi "tak bisa kembali". Namun, arah transisi ini masih buram. Jelas ada niat untuk membuka diri secara ekonomi, tapi bagaimana dengan niat untuk membuka diri secara politik? Ini masih menjadi tanda tanya besar.

Banyak tahanan yang dibebaskan juga merasakan kebebasan yang getir. Beberapa teman mereka masih mendekam di penjara, sementara mereka sendiri harus hidup dengan berbagai batasan hukum dan ketakutan akan penangkapan kembali. Jadi, di tengah euforia pembebasan, masyarakat Venezuela dan dunia masih menanti bukti nyata bahwa kebebasan yang hakiki benar-benar tiba, bukan sekadar jeda dalam penindasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook