Pemerintah Brasil resmi memanggil pejabat diplomatik tertinggi Argentina untuk meminta penjelasan terkait pelarian Senator Flavio Bolsonaro ke luar negeri. Flavio, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, dilaporkan terbang ke Argentina sebelum akhirnya menuju Amerika Serikat setelah kalah dalam pemilihan presiden putaran kedua melawan Luiz Inacio Lula da Silva.
Kementerian Luar Negeri Brasil memanggil Kuasa Usaha Argentina, Maria Emilia Cortes, pada Kamis waktu setempat. Langkah ini diambil setelah Flavio melanggar perintah pengadilan yang mewajibkan dirinya menyerahkan paspor dan tetap berada di dalam negeri selama proses hukum berlangsung. Namun, Menteri Luar Negeri Argentina Pablo Quirno membantah pihaknya menerima permintaan resmi terkait kasus ini.
Pelarian Flavio ini memicu ketegangan baru di antara dua negara tetangga tersebut. Hubungan Presiden Lula dan Presiden Argentina Javier Milei memang sudah memanas sejak awal. Flavio, yang juga merupakan tersangka dalam skandal pencucian uang 'Banco Master', menyebut kasus hukumnya bermotif politik. Meski kalah suara lebih dari 4 juta dari Lula, ia menolak mengakui kekalahan dan justru memproklamirkan diri sebagai 'presiden terpilih yang sah' setelah tiba di Miami.
Analisis Dampak: Insiden ini berpotensi memperburuk stabilitas politik di kawasan Amerika Latin. Bagi masyarakat Brasil, pelarian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas penegakan hukum, terutama bagi pejabat publik. Sementara itu, bagi hubungan bilateral, tindakan Argentina yang diduga membantu pelarian ini bisa memicu krisis diplomatik yang lebih luas, mengingat posisi politik Lula dan Milei yang berseberangan.