Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memberikan instruksi tegas kepada pasukannya untuk melumpuhkan tentara Rusia dengan target luar biasa: 50.000 korban (tewas dan luka berat) setiap bulan. Langkah ambisius ini menjadi bagian penting dari strategi Kiev untuk membalikkan keadaan perang yang mandek, dengan mengandalkan kekuatan teknologi drone yang terbukti sangat efektif di medan tempur.
Zelenskyy menjelaskan, tujuan utamanya adalah memastikan kerugian Rusia selalu melebihi jumlah bala bantuan yang mereka kirimkan setiap bulan. Ia mengklaim, video analisis menunjukkan sekitar 35.000 tentara Rusia mengalami tewas atau luka berat pada Desember 2025, naik dari 30.000 di November dan 26.000 di Oktober. Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskii, secara konservatif memperkirakan lebih dari 33.000 tentara Rusia tewas pada Desember. Sejak invasi skala penuh Rusia pada 2022, Ukraina sendiri meyakini telah menewaskan atau melukai 1,2 juta tentara Rusia.
Angka-angka ini sedikit berbeda dengan perkiraan lembaga riset. Center for Strategic and International Studies (CSIS) menaksir Rusia menderita 1,2 juta korban, termasuk setidaknya 325.000 kematian, sementara Ukraina menghadapi 600.000 korban dengan sekitar 140.000 kematian. Al Jazeera sendiri tidak bisa mengonfirmasi secara independen klaim korban dari kedua belah pihak.
Kondisi perang di Ukraina saat ini memang berada di titik buntu. Rusia kesulitan meraih kemajuan berarti, meski kini menguasai sekitar 19,3 persen wilayah Ukraina, sedikit meningkat dari 17,8 persen pada awal konflik. Bahkan, Rusia dilaporkan gagal merebut dua kota strategis, Pokrovsk dan Myrnohrad, di wilayah Donetsk timur, meskipun mengerahkan 150.000 pasukan. Klaim Rusia soal perebutan kota Kupiansk bulan lalu juga dibantah, dengan laporan terbaru menyebut pasukan Ukraina telah merebut kembali kendali.
Di tengah kebuntuan ini, drone menjadi kartu as Ukraina. Strategi Zelenskyy sangat bergantung pada peningkatan produksi drone domestik dan pengembangan keahlian operator. Data menunjukkan, drone Ukraina mampu mengenai 80 persen target di medan perang, dengan total 819.737 target berhasil dihantam oleh drone hanya dalam setahun terakhir.
Target 50.000 korban Rusia per bulan bukanlah angka main-main. Ini adalah upaya gigih Ukraina untuk menguras sumber daya manusia Rusia dan menekan moral pasukannya, mengingat Moskow terus melakukan mobilisasi parsial untuk mengisi kembali barisan. Namun, mencapai angka ini secara konsisten akan jadi tantangan besar, terutama dengan fluktuasi pasokan amunisi dan bantuan militer dari sekutu Barat. Di sinilah peran drone menjadi krusial; memberikan Ukraina keunggulan asimetris dalam pengintaian, penargetan, dan serangan presisi. Ini juga menjadi bukti pergeseran signifikan dalam taktik perang modern, di mana teknologi tanpa awak kian menjadi penentu jalannya konflik.