Saham raksasa teknologi Microsoft baru-baru ini anjlok hingga 12 persen, menandai hari terburuknya sejak Maret 2020. Penurunan drastis ini sontak mengikis valuasi perusahaan hingga sekitar 400 miliar dolar AS dan memicu kekhawatiran serius di kalangan investor.
Apa pemicu utamanya? Laporan keuangan terbaru Microsoft menunjukkan perlambatan pertumbuhan bisnis komputasi awan andalan mereka, Azure. Tak hanya itu, pengeluaran modal Microsoft juga melonjak 66 persen menjadi 37,5 miliar dolar AS di kuartal kedua, jauh di atas ekspektasi pasar.
Namun, inti kekhawatiran terbesar ada pada investasi jumbo Microsoft di teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya pada startup OpenAI, pengembang ChatGPT. Para analis mencermati bahwa 45 persen dari tumpukan pesanan (backlog) cloud Microsoft kini bergantung pada OpenAI. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah investasi senilai sekitar 10 miliar dolar AS, dan potensi risiko 280 miliar dolar AS, akan terbayar dengan keuntungan yang sepadan?
Kondisi OpenAI sendiri sedang tidak baik-baik saja. Startup AI ini dilaporkan menanggung utang hampir 100 miliar dolar AS, dan seorang analis bahkan memprediksi OpenAI bisa kehabisan uang dalam 18 bulan ke depan. Ditambah lagi, mereka sempat mengeluarkan 'kode merah' internal setelah Google meluncurkan Gemini 3, yang menunjukkan betapa sengitnya persaingan di arena AI. OpenAI juga dilaporkan harus mengejar ketertinggalan dalam AI coding dari pesaing seperti Anthropic Claude Code.
Investor Wall Street berharap Microsoft bisa mengelola pengeluaran modal lebih efisien dan segera memonetisasi investasinya di cloud dan AI. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Ini adalah 'pertarungan keseimbangan' yang diprediksi para ahli baru akan mencapai titik balik pada tahun 2026.
Fenomena ini bukan hanya menimpa Microsoft. Kekhawatiran bahwa investasi AI yang masif justru 'memakan' keuntungan perusahaan perangkat lunak mulai muncul. Bahkan, saham perusahaan teknologi lain seperti Nvidia dan Amazon, yang juga berinvestasi di OpenAI, ikut terpangkas tipis. Pertanyaannya kini, apakah perlombaan AI ini akan berakhir manis atau justru membawa kerugian besar bagi para pemainnya?