Jakarta, Media Online - Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, akhirnya angkat bicara soal 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial yang membayangi klubnya. Ia berjanji akan 'mengungkapkan semuanya' setelah putusan resmi dari Premier League keluar.
Manchester City dituding melanggar aturan keuangan sebanyak 115 kali dalam kurun waktu sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018. Tak hanya itu, klub juga disebut tidak kooperatif dalam penyelidikan yang dilakukan Premier League. Meski sidang komisi independen sudah digelar setahun setengah lalu, keputusan akhir masih belum juga keluar.
Dalam wawancara dengan media internal klub, Khaldoon menyatakan saat ini pihaknya masih menahan diri. "Begitu ada putusan, percayalah, kita akan duduk bersama dan saya akan mengatakan semua yang ingin saya katakan selama tiga tahun terakhir," ujarnya.
Di tengah tekanan hukum, City justru menunjukkan kekuatan finansialnya. Khaldoon mengungkapkan bahwa pemilik klub, Sheikh Mansour, tidak punya niat menjual Manchester City atau City Football Group. Ia bahkan menaksir nilai grup tersebut minimal 10 miliar dolar AS.
"Sheikh Mansour melihat klub ini sebagai investasi jangka panjang. Ini adalah bisnis yang indah untuk dimiliki. Sepak bola adalah hiburan, dan di dunia yang terus berubah, olahraga tetap menjadi primadona. Manchester City adalah permata yang tidak akan dijual," tegas Khaldoon.
Analisis Dampak: Sikap percaya diri Khaldoon ini bisa dibaca sebagai strategi untuk menenangkan suporter dan investor. Namun, jika City terbukti bersalah, sanksi berat seperti pengurangan poin, denda besar, atau bahkan degradasi bisa mengguncang peta kekuatan Liga Inggris. Kasus ini juga menjadi preseden penting bagi klub-klub lain yang sering dituding 'memanipulasi' keuangan untuk bersaing di level tertinggi.