Dunia penerbangan sipil kembali diguncang insiden mengerikan. Seorang kopilot maskapai Flydubai diduga mencoba membajak pesawat yang ia kemudikan sendiri dengan menyerang kapten di dalam kokpit. Insiden yang terjadi pada Rabu pagi waktu setempat ini berlangsung saat pesawat tengah terbang dari Dubai menuju Tel Aviv, Israel, dengan membawa lebih dari 170 penumpang.
Menurut laporan, pesawat sempat terjun bebas hingga setengah ketinggiannya dalam hitungan menit saat memasuki wilayah udara Yordania. Dalam situasi panik, kapten berhasil membuka pintu kokpit, memungkinkan penumpang dan kru untuk masuk dan melumpuhkan si kopilot yang diduga berusaha merusak sistem kendali pesawat. Seorang pilot lain yang berada di kabin berhasil mengambil alih kemudi dan mendaratkan pesawat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi.
Insiden ini sontak memicu pertanyaan besar bagi industri penerbangan global: seberapa aman sebuah pesawat komersial jika salah satu pilotnya sendiri yang berbuat onar? Selama ini, standar keamanan ketat diterapkan untuk mencegah penyusup masuk ke kokpit, terutama sejak serangan 9/11. Namun, kasus ini membalik logika tersebutāancaman justru datang dari orang yang seharusnya mengemudikan pesawat.
Pihak berwenang Uni Emirat Arab telah memulai investigasi, sementara Arab Saudi menahan dan menginterogasi kopilot tersebut. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut insiden ini sebagai "serangan teroris" dan berjanji akan mengikuti penyelidikan, bahkan mungkin terlibat langsung. Sementara itu, penumpang dan kru yang selamat kini harus menghadapi trauma mendalam, dan industri penerbangan dituntut untuk mengevaluasi ulang protokol keamanan kokpitābukan hanya dari luar, tapi juga dari dalam.