KRISIS PAKAN MELANDA, PETERNAK RELA JALAN JAUH DEMI RUMPUT - Berita Dunia
← Kembali

KRISIS PAKAN MELANDA, PETERNAK RELA JALAN JAUH DEMI RUMPUT

Foto Berita

Mulanje, Malawi – Perubahan iklim yang ekstrem memaksa para peternak di Distrik Mulanje, Malawi, bekerja ekstra keras untuk menyambung hidup ternak mereka. Kekeringan yang berkepanjangan membuat pasokan rumput sebagai pakan alami semakin langka dan sulit ditemukan.

Lawrence Abison (25), salah satu pencari pakan, harus berjalan kaki sejauh 27 kilometer dari desanya di Nsanjama menuju tepi Sungai Likhubula. Bersama tiga rekannya, ia berangkat sejak dini hari untuk memotong rumput gajah dan alang-alang. Meski telah memangkas rumput selama dua jam penuh, hasilnya hanya cukup untuk memberi makan 10 ekor sapi selama satu hari.

"Sangat sulit menemukan rumput saat ini, itu sebabnya kami harus menempuh jarak sejauh ini," ujar Abison sambil berkeringat, dikutip dari Al Jazeera. Ia mengungkapkan bahwa rumput yang didapat pun tidak cukup untuk stok seminggu, sehingga mereka harus mencari lokasi lain yang lebih jauh.

Fenomena ini merupakan dampak nyata dari krisis iklim yang melanda Afrika bagian selatan. Badan Meteorologi Malawi mencatat musim hujan 2023/24 mengalami curah hujan di bawah normal dan suhu tinggi akibat fenomena El Nino. Sungai Likhubula yang bersumber dari Gunung Mulanje—gunung tertinggi di Afrika selatan tropis—kini mengalami pendangkalan dan penyusutan vegetasi di bantaran sungai.

Dampak ekonomi mulai dirasakan oleh peternak seperti Macdonald Khandalawo (54). Biaya operasional untuk merawat sapi meningkat drastis karena harus menyewa pekerja tambahan untuk mencari pakan. Persaingan pun memanas dengan warga lokal yang juga bergantung pada alang-alang sungai untuk membuat tikar.

Analisis Dampak: Krisis pakan ini berpotensi memicu penurunan populasi ternak dan kenaikan harga daging serta susu di Malawi. Selain itu, pergeseran pola pencarian pakan yang lebih awal (sebelum Oktober) menunjukkan bahwa ekosistem lokal telah terganggu secara signifikan, memaksa adaptasi cepat dari masyarakat agraris tradisional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook