Warga Tehran, Iran, baru-baru ini disuguhkan pemandangan tak biasa di Tajrish Square, salah satu kawasan tersibuk di kota itu. Seorang seniman jalanan tampil mengenakan kostum dan topeng yang menyerupai Presiden Amerika Serikat Donald Trump, lengkap dengan posisi berdiri di balik terali besi. Instalasi seni ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah pernyataan politik yang tajam.
Dalam aksinya, sang performer membawa slogan yang bertuliskan, "It is a crime not to see this scene" atau jika diterjemahkan bebas berarti "Merupakan sebuah kejahatan untuk tidak melihat pemandangan ini." Pesan tersebut tampaknya ingin menyoroti persepsi publik Iran terhadap kebijakan pemerintahan Trump, khususnya terkait sanksi ekonomi dan tekanan politik yang selama ini diberlakukan terhadap Teheran.
Analisis singkat: Aksi ini menunjukkan bagaimana ketegangan politik antara Iran dan AS tidak hanya terjadi di meja perundingan, tetapi juga merambat ke ruang publik melalui ekspresi seni. Bagi masyarakat Indonesia, fenomena ini menjadi cermin bagaimana isu geopolitik global bisa dikemas dalam bentuk yang mudah dicerna dan viral. Instalasi semacam ini juga sering digunakan sebagai alat diplomasi publik untuk membangun opini dan solidaritas internal di tengah tekanan internasional.