GENCATAN SENJATA SURIAH DIPERPANJANG: MISI AMERIKA TERKUAK! - Berita Dunia
← Kembali

GENCATAN SENJATA SURIAH DIPERPANJANG: MISI AMERIKA TERKUAK!

Foto Berita

Kabar baik datang dari Suriah. Gencatan senjata antara militer Suriah dan pasukan pimpinan Kurdi (SDF) resmi diperpanjang 15 hari lagi. Keputusan ini, yang diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Suriah, bukan tanpa alasan khusus. Di balik jeda perang, terungkap ada misi besar Amerika Serikat untuk memindahkan ribuan tahanan ISIS.

Perpanjangan gencatan senjata ini berlaku mulai Sabtu malam waktu setempat (20:00 GMT). Tujuan utamanya jelas: mendukung operasi Amerika Serikat untuk memindahkan tahanan ISIS (ISIL) dari fasilitas penahanan yang sebelumnya dikuasai SDF. Pihak SDF sendiri mengonfirmasi kesepakatan ini, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk meredakan ketegangan, melindungi warga sipil, dan menciptakan stabilitas yang sangat dibutuhkan di wilayah tersebut.

Meski begitu, suasana di Suriah masih diselimuti kekhawatiran. Seperti diungkapkan Ayman Oghanna dari Al Jazeera, akar masalah utama yang kerap memicu bentrokan antara SDF dan pemerintah Suriah belum juga tuntas. Isu integrasi pasukan dan institusi sipil SDF ke dalam struktur pemerintahan Suriah menjadi benang kusut yang sulit diurai, padahal itu kunci stabilitas jangka panjang.

Padahal, Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa tahun lalu sudah meneken kesepakatan integrasi dengan SDF pasca-jatuhnya Bashar al-Assad. Namun, rencana itu kandas di tengah jalan akibat perbedaan pendapat, yang kemudian memicu serangkaian bentrokan mematikan dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Damaskus sempat mengumumkan gencatan senjata empat hari setelah pasukannya berhasil merebut cepat wilayah yang dikuasai SDF. Pasukan pemerintah bahkan sudah mendekati kelompok kota-kota terakhir yang dikuasai Kurdi di timur laut saat gencatan senjata awal diumumkan. Kemajuan militer Suriah ini membuat beberapa fasilitas penting seperti ladang minyak, bendungan PLTA, dan penjara yang menampung pejuang ISIS (termasuk penjara al-Aqtan di Raqqa) kini berada di bawah kendali pemerintah.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sendiri terus mendesak agar gencatan senjata ini terus dijaga. Bahkan, Washington telah memulai proses pemindahan ribuan tahanan terkait ISIS dari Suriah ke Irak sejak pertengahan pekan lalu. Militer AS memperkirakan, setidaknya 7.000 orang bisa dipindahkan ke fasilitas yang dikelola Irak. Laksamana Brad Cooper, kepala pasukan AS di Timur Tengah, menekankan koordinasi erat dengan mitra regional, termasuk pemerintah Irak. Ia mengapresiasi peran Irak dalam memastikan kekalahan ISIS yang berkelanjutan. Ini menunjukkan betapa krusialnya kerja sama lintas negara dalam menanggulangi ancaman terorisme global.

Dengan diperpanjangnya gencatan senjata ini, masyarakat Suriah bisa sedikit bernapas lega dari baku tembak. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menyelesaikan konflik mendasar antara pemerintah dan SDF, sembari memastikan para tahanan ISIS tidak kembali menjadi ancaman. Misi pemindahan tahanan ini adalah langkah taktis untuk meredakan satu masalah, namun stabilitas jangka panjang Suriah masih menanti solusi yang lebih komprehensif.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook