Jakarta - Sebuah insiden mengerikan terjadi di penerbangan Flydubai menuju Tel Aviv. Kapten Smit Machchhar menjadi korban serangan brutal oleh co-pilotnya sendiri saat pesawat sedang berada di udara. Meski mengalami luka tusuk parah, pilot asal India ini nekat membuka pintu kokpit untuk menyelamatkan 174 nyawa penumpang dari ancaman kecelakaan fatal.
Dalam rekaman video yang dirilis melalui kanal media sosial Perdana Menteri India, Narendra Modi, Machchhar menceritakan detik-detik mencekam tersebut dari ranjang rumah sakit di Abu Dhabi. Ia mengaku sempat tumbang akibat banyaknya luka, namun instingnya sebagai pilot dengan pengalaman 17 tahun memberitahu bahwa pesawat sedang jatuh. "Saya tahu ini adalah dorongan terakhir, pintu ada di sana," ujarnya.
Meski terus dipukul dan diserang, Machchhar berhasil membuka pintu kokpit. Penumpang dan kru yang masuk kemudian berhasil melumpuhkan co-pilot tersebut. Pesawat sempat terjun bebas sekitar 17.000 kaki sebelum akhirnya dikendalikan kembali dan mendarat darurat di Tabuk, Arab Saudi. Machchhar menyebut tindakannya adalah keajaiban, sambil menyebut ia sempat melafalkan doa saat kritis.
Insiden ini memicu reaksi internasional. Penasihat Presiden UEA menyebutnya sebagai tindakan terorisme, sementara PM Israel Benjamin Netanyahu menuduh co-pilot tersebut telah mengalami indoktrinasi radikal. Presiden AS, Donald Trump, bahkan mengancam akan menghukum Iran jika terbukti terlibat. Otoritas UEA saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terkait motif penyerangan tersebut.