Gelombang pengunduran diri mengguncang Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) tepat setelah Partai Demokrat menguasai Kongres. Jaksa Utama Distrik Selatan Florida, Jason Reding Quinones, resmi mundur pada Jumat lalu. Quinones dikenal sebagai loyalis Trump yang sebelumnya menangani penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres 2016.
Meski penyelidik independen menyatakan tidak ada bukti kolusi langsung, Trump terus menuduh penyelidikan itu sebagai 'perburuan penyihir' politik. Pengunduran diri Quinones ini bukan yang pertama; sehari sebelumnya, Kepala Divisi Hak Sipil DOJ, Harmeet Dhillon, juga mundur. Dhillon sempat dikritik keras karena diduga melumpuhkan divisinya dan melarang penyelidikan kasus penembakan warga AS oleh agen imigrasi.
Selain itu, Asisten Jaksa Agung Divisi Keamanan Nasional, John Eisenberg, ikut mengundurkan diri. Eksodus pejabat di DOJ ini terjadi saat pemerintahan Trump bersiap menghadapi gelombang investigasi baru dari Kongres yang kini dikuasai Demokrat. Kritikus menilai DOJ di bawah Trump sering melakukan investigasi bermotif politik, termasuk upaya memidanakan mantan pejabat seperti James Comey dan John Brennan.