Polisi di Siprus resmi membuka penyelidikan pidana terhadap urusan keuangan miliarder asal Rusia, Roman Abramovich. Langkah ini diambil setelah laporan investigasi BBC Panorama mengungkap dugaan keterlibatan firma akuntansi raksasa Deloitte dalam memalsukan dokumen untuk menyembunyikan kekayaan dan menghindari pajak.
Penyelidikan yang diumumkan dalam rapat komite parlemen di Nicosia ini akan fokus pada dugaan tindak pidana pencucian uang dan manipulasi dokumen. Unit Intelijen Keuangan Kepolisian Siprus disebut telah mulai mengumpulkan bukti dan diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan.
Dalam laporan sebelumnya, terungkap bahwa aset mewah Abramovich senilai 672 juta dolar AS—termasuk kapal pesiar super, mansion, dan jet pribadi—lenyap dari pembukuan perusahaan pada 2006 silam. Deloitte diduga kuat memberikan saran terkait skema penghindaran pajak melalui pemalsuan dokumen tersebut.
Pihak pengacara Abramovich membantah keras segala tuduhan. Mereka menegaskan bahwa miliarder tersebut tidak mengetahui, tidak mengesahkan, dan tidak mengarahkan pemalsuan dokumen apa pun. Sementara itu, perwakilan Deloitte Siprus menyatakan bahwa pihaknya selalu bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
Analisis Dampak: Kasus ini menjadi ujian integritas bagi Siprus sebagai pusat keuangan internasional. Bagi masyarakat, penyelidikan ini menyoroti pentingnya transparansi kekayaan orang super kaya dan pengawasan terhadap firma akuntansi global yang selama ini dipercaya mengaudit perusahaan besar. Jika terbukti ada pelanggaran, ini bisa memicu reformasi regulasi keuangan yang lebih ketat di Eropa.