JENDERAL RUSIA DITEMBAK, BURONAN DUBAI TERTANGKAP! SIAPA DALANGNYA? - Berita Dunia
← Kembali

JENDERAL RUSIA DITEMBAK, BURONAN DUBAI TERTANGKAP! SIAPA DALANGNYA?

Foto Berita

Setelah drama pelarian singkat, Lyubomir Korba, pria asal Rusia yang diduga kuat menembak Jenderal Vladimir Alekseyev, berhasil ditangkap dan diekstradisi dari Dubai. Jenderal Alekseyev, Wakil Kepala Intelijen Militer Rusia, menjadi korban penembakan di tangga apartemennya di Moskow pada Jumat lalu. Ia menderita luka di lengan, kaki, dan dada, dan kini sudah menjalani operasi di rumah sakit.

Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengungkap, Korba langsung terbang ke Dubai beberapa jam setelah melancarkan aksinya. Penangkapan Korba di Dubai tak lepas dari bantuan dan kerja sama dengan otoritas Uni Emirat Arab. Tak hanya Korba, FSB juga meringkus seorang kaki tangannya di Moskow, sementara satu tersangka lain, seorang wanita, dilaporkan melarikan diri ke Ukraina. Operasi pencarian dalang di balik serangan ini masih terus berjalan.

Pejabat Rusia menuding Ukraina berada di balik insiden ini. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov bahkan menyebutnya sebagai "tindakan terorisme" yang sengaja dirancang untuk menggagalkan perundingan damai. Penembakan ini terjadi sehari setelah perundingan damai yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi berakhir tanpa terobosan signifikan, meski sempat ada pertukaran tahanan.

Insiden penembakan Jenderal Alekseyev menambah daftar panjang serangan terhadap perwira tinggi militer Rusia yang selama ini dikaitkan dengan Ukraina. Sebelumnya, pada Desember lalu, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov tewas akibat bom mobil. April lalu, nasib serupa menimpa Letnan Jenderal Yaroslav Moskalik yang meninggal akibat bom mobil di dekat apartemennya di luar Moskow. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sempat mengisyaratkan "likuidasi" tokoh militer top Rusia setelah kematian Moskalik, tanpa menyebut nama secara langsung.

Di tengah kabar penangkapan Korba, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan kemajuan militer mereka dengan merebut dua desa lagi di wilayah Kharkiv dan Sumy, Ukraina timur laut. Kemajuan lambat ini diharapkan dapat memberi Kremlin keunggulan dalam negosiasi damai mendatang. Status wilayah Ukraina timur yang diduduki Rusia masih menjadi ganjalan utama perundingan, dengan Rusia menuntut penyerahan seperlima wilayah Donetsk yang masih dikuasai Kyiv, sebuah proposal yang ditolak mentah-mentah oleh Ukraina. Negosiasi lanjutan diperkirakan akan bergulir dalam beberapa minggu ke depan. Presiden AS Donald Trump sendiri telah memberi deadline Juni kepada Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook