Roma, Italia - Pemerintah Italia resmi mengesahkan undang-undang baru yang memberi kesempatan emas bagi anak-anak dan istri bos mafia untuk keluar dari lingkaran setan keluarga kriminal. Senat Italia memberikan persetujuan akhir pada Rabu (26/2) untuk RUU 'Bebas Memilih' (Liberi di Scegliere), sebuah terobosan hukum yang menawarkan jalan keluar bagi generasi muda yang tumbuh di lingkungan mafia.
Lewat aturan ini, anak di bawah 25 tahun dan kerabat yang merawat mereka bisa dipindahkan ke luar daerah asal, mendapat pendidikan, dukungan psikologis, bahkan identitas baru jika diperlukan. Program ini sebenarnya sudah berjalan di Calabria, selatan Italia, dan kini diperluas ke seluruh negeri.
Italia masih menjadi sarang organisasi mafia besar seperti Cosa Nostra di Sisilia, Camorra di Naples, dan 'Ndrangheta di Calabria. 'Ndrangheta terkenal paling sulit ditembus karena strukturnya yang berbasis hubungan darah. Anak-anak petinggi mafia sering diharapkan mewarisi tahta ayah mereka, bahkan sejak usia belasan tahun.
Namun, undang-undang ini menuai kritik. Sejumlah pihak menilai negara terlalu ikut campur dalam urusan keluarga dan berisiko memisahkan anak dari orang tua mereka.
Analisis: Langkah ini menjadi angin segar bagi ribuan anak yang terperangkap dalam budaya kejahatan turun-temurun. Selama ini, sulit bagi anggota keluarga mafia untuk bekerja sama dengan polisi karena harus mengkhianati ayah, paman, atau sepupu sendiri. Dengan jaminan perlindungan negara dan identitas baru, diharapkan rantai regenerasi mafia bisa diputus. Namun, efektivitasnya masih diragukan karena tantangan terbesar justru dari dalam keluarga—apakah seorang ibu rela memisahkan diri dari suami yang jadi bos mafia demi masa depan anaknya?