Calon anggota kongres dari Partai Demokrat Amerika Serikat, Brad Lander, akhirnya dibebaskan oleh militer Israel setelah sempat ditahan. Ia ditangkap bersama puluhan relawan lain saat sedang mendampingi petani Palestina memanen zaitun di Tepi Barat, Rabu lalu.
Lander mengaku dilepas dengan status 'peringatan' karena profil publiknya sebagai figur politik. Meski begitu, ia menegaskan bahwa puluhan relawan lain—termasuk para rabi dan aktivis internasional—masih ditahan hingga kini. Insiden ini terjadi di desa Nahalin, dekat Bethlehem, di mana sekitar 80 orang dari berbagai negara sedang mengawal proses panen.
Pihak militer Israel beralasan area tersebut merupakan zona militer tertutup. Namun, organisasi hak asasi manusia menilai penangkapan ini sebagai bentuk penghalangan terhadap solidaritas kemanusiaan. Dampaknya, aksi solidaritas internasional di Tepi Barat semakin menjadi sorotan tajam, memicu pertanyaan tentang kebebasan bergerak dan perlindungan warga sipil di wilayah konflik.