Samuel Eto'o, legenda sepak bola Kamerun yang kini menjabat Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun (FECAFOOT), mendapat sanksi berat dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Ia diskors empat pertandingan dan didenda 20 ribu dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 315 juta) atas dugaan perilaku tidak pantas dalam pertandingan Piala Afrika (AFCON) lalu.
Keputusan skorsing ini dikeluarkan oleh komite disipliner CAF pada Rabu (waktu setempat), menyusul investigasi insiden yang terjadi saat Kamerun takluk dari Maroko di babak perempat final AFCON. Meski CAF tidak merinci secara spesifik insiden apa yang dimaksud, perilaku Eto'o selama pertandingan tersebut menjadi sorotan publik. Ia terlihat meluapkan amarah dan mengisyaratkan gestur tidak pantas ke arah Fouzi Lekjaa, rekannya dari Maroko, dengan Presiden CAF Patrice Motsepe juga berada di dekatnya.
FECAFOOT sendiri bereaksi keras terhadap keputusan ini. Melalui pernyataan resminya, federasi tersebut mengaku sudah menerima keputusan CAF mengenai skorsing dan denda untuk presiden mereka. Namun, FECAFOOT menilai keputusan itu 'kurang justifikasi eksplisit' dan mempertanyakan prosedur yang dinilai 'terlalu cepat' sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terpenuhinya prinsip 'peradilan yang adil'. FECAFOOT menegaskan dukungan penuh terhadap Eto'o dan berkomitmen untuk menjunjung tinggi keadilan disipliner.