GAZA CITY — Gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025 lalu seolah hanya jadi pajangan. Buktinya, agresi militer Israel di Jalur Gaza terus berlanjut dan kini korban jiwa sudah menembus angka 1.000 orang sejak kesepakatan itu diteken.
Serangan terbaru terjadi di Gaza City. Sebuah kendaraan sipil jadi sasaran, menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina. Ini menjadi pukulan telak bagi upaya perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat.
Analis menilai, angka ini menunjukkan kegagalan mekanisme pengawasan gencatan senjata. Dewan Keamanan PBB yang seharusnya bertindak, justru mandek karena veto. Dampaknya, warga sipil kembali menjadi korban. Situasi kemanusiaan di Gaza, yang sebelumnya sudah darurat, kini kian memburuk dengan blokade yang semakin ketat.