ZELENSKYY MINTA EROPA TAMBAH DANA PERANG $79 MILIAR - Berita Dunia
← Kembali

ZELENSKYY MINTA EROPA TAMBAH DANA PERANG $79 MILIAR

Foto Berita

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, kembali mengetuk pintu Eropa. Dalam pertemuan puncak Uni Eropa (EU) di Brussels, ia meminta tambahan dana segar sebesar 70 miliar euro atau sekitar 79 miliar dolar AS untuk membiayai perang melawan Rusia pada tahun depan.

Permintaan ini muncul di tengah situasi yang semakin pelik. Hubungan Kyiv dan Washington sedang renggang, memicu kekhawatiran bahwa bantuan intelijen dan senjata dari AS bisa macet. Zelenskyy pun secara halus menyindir para pemimpin EU sebagai "pemimpin sejati", sebuah sindiran yang tampaknya diarahkan ke Presiden AS, Donald Trump.

Ketegangan dengan AS memanas setelah Trump mengumumkan kesepakatan agar Kyiv dan Moskow tidak saling menyerang fasilitas energi. Namun, Zelenskyy membatalkan kesepakatan itu karena Rusia dianggap ingkar. Trump pun murka dan menyebutnya "aib". AS juga dianggap merugikan Ukraina dengan menangguhkan sanksi produk minyak Rusia dan membuat kesepakatan diesel dengan Putin.

"Ini bukan waktunya menarik dukungan untuk Ukraina," tegas Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, di samping Zelenskyy. Ia menekankan bahwa sekarang adalah waktu untuk meningkatkan tekanan pada Rusia, bukan melonggarkan sanksi.

Zelenskyy menegaskan bahwa total biaya perang tahun depan mencapai 155 miliar euro. Ia butuh tambahan 70 miliar euro untuk pertahanan, senjata, dan ketahanan negara. Menurutnya, angka ini realistis dan mendesak, terutama untuk menghadapi ancaman serangan musim dingin Rusia yang diprediksi akan menghantam infrastruktur energi Ukraina. Sistem pertahanan udara menjadi prioritas utama dalam daftar permintaan Zelenskyy.

Analisis Dampak: Jika dana ini tidak terkumpul, Ukraina berisiko besar mengalami krisis kemanusiaan akibat pemadaman listrik massal di musim dingin. Selain itu, melemahnya hubungan AS-Ukraina bisa mengubah peta kekuatan geopolitik di Eropa, memaksa negara-negara EU untuk mengambil peran lebih besar dalam pertahanan kolektif mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook