GAGAL DUDUKI DEWAN KEAMANAN PBB, JERMAN KENA BATU - Berita Dunia
← Kembali

GAGAL DUDUKI DEWAN KEAMANAN PBB, JERMAN KENA BATU

Foto Berita

NEW YORK – Jerman untuk pertama kalinya dalam sejarah gagal meraih kursi tidak tetap di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB, Rabu (6/6), Jerman kalah telak dari Austria dan Portugal yang berhasil mengamankan dua kursi yang diperebutkan.

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengakui kekalahan ini sebagai pukulan telak. Ia menduga dukungan Berlin yang terlalu vokal terhadap Israel dan Ukraina menjadi penyebab utama kegagalan tersebut. "Kami selalu mengambil sikap tegas pada isu-isu tertentu, dan itu tidak disukai semua negara anggota," ujar Wadephul.

Dalam pemungutan suara, Jerman hanya meraih 104 suara, jauh di bawah ambang batas dua pertiga yang diperlukan. Ini adalah kegagalan pertama Jerman setelah puluhan tahun selalu sukses merebut kursi rotasi dari kelompok Eropa Barat setiap delapan tahun sekali.

Kekalahan ini langsung memicu kritik pedas di dalam negeri terhadap Kanselir Friedrich Merz. Alice Weidel, pimpinan partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD), menyebut hasil ini sebagai sebuah 'aib'. Sementara itu, analis kebijakan luar negeri menilai bahwa dukungan Jerman terhadap Israel dalam konflik Gaza menjadi bumerang paling berat.

Analisis Dampak: Kegagalan ini menunjukkan bahwa pengaruh diplomasi Jerman di panggung global sedang merosot. Bagi Indonesia, ini menjadi pelajaran penting bahwa posisi moral dalam isu kemanusiaan, seperti Palestina, bisa menjadi penentu dalam politik multilateral. Negara-negara mayoritas muslim dan Global South kini lebih berani menunjukkan kekuatan voting mereka untuk menghukum negara-negara yang dianggap abai terhadap krisis kemanusiaan.

Media internasional juga mencatat bahwa kekalahan ini adalah 'kartu merah' bagi kebijakan luar negeri Jerman yang dianggap terlalu mengikuti kepentingan Amerika Serikat tanpa mempertimbangkan sentimen global yang berubah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook