Duka mendalam menyelimuti keluarga jemaat Power of the Word Church International. Sebuah bus yang mengangkut para pelayat mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Nairobi-Mombasa, Kenya, pada Minggu pagi (25/10). Insiden ini menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai 24 lainnya.
Naas, rombongan ini baru saja menghadiri pemakaman pastor mereka di Kenya bagian barat dan sedang dalam perjalanan pulang ke Mombasa. Kecelakaan terjadi di kawasan Kanga, dekat Mtito Andei, sekitar pukul 07.45 waktu setempat. Menurut kesaksian penyintas, bus sempat berhenti untuk sarapan sebelum akhirnya bertabrakan dengan truk pengangkut semen.
Penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki, namun pihak berwenang mencurigai adanya aksi menyalip yang berbahaya. Komisioner Kabupaten Makueni, Abdullahi Khalif, menyebut pengemudi bus diduga berusaha menyalip beberapa kendaraan sebelum akhirnya bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan. Otoritas Keselamatan Transportasi Nasional (NTSA) juga menyoroti manuver menyalip yang berisiko ini.
Insiden ini bukan yang pertama terjadi di jalur tersebut. Tiga minggu sebelumnya, kecelakaan beruntun di jalan yang sama menewaskan 17 orang, yang sebagian besar merupakan peziarah Katolik. Presiden William Ruto pun angkat bicara dan memerintahkan inspeksi kendaraan angkutan umum. Menteri Transportasi Davis Chirchir menegaskan pemerintah akan memperketat penindakan terhadap pelanggaran kecepatan dan menyalip sembarangan, serta memperbaiki infrastruktur jalan yang dinilai rawan.
Data NTSA menunjukkan angka yang memprihatinkan: tercatat 5.009 kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025, dan 2.150 kematian pada paruh pertama tahun 2026. Melihat tingginya angka ini, NTSA mendesak agar kecelakaan lalu lintas dinyatakan sebagai bencana nasional. Bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan berkendara dan pengawasan ketat terhadap transportasi umum, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan.