Menteri Energi Arab Saudi berjanji akan membalas serangan yang menghantam bandara dan fasilitas minyak serta gas di kerajaan tersebut. Serangan ini dilancarkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran dari Yaman.
Dalam serangan terbaru, Houthi menembakkan misil ke arah Riyadh. Akibatnya, setidaknya 14 orang tewas dan lebih dari 300 lainnya luka-luka dalam dua serangan yang menghantam bandara kota tersebut.
Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyebut pihaknya juga menyerang fasilitas minyak dan Bandara Dammam di Arab Saudi bagian timur. Houthi mengklaim serangan ini sebagai balasan atas "agresi brutal Saudi" terhadap wilayah yang mereka kuasai di Yaman barat.
Analis keamanan BBC, Frank Gardner, menjelaskan bahwa serangan presisi dan taktik gerilya Houthi membuat pasukan Saudi kesulitan untuk unggul dalam konflik ini. Serangan terhadap fasilitas minyak ini juga berpotensi mengganggu stabilitas harga energi global dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.