Kualitas udara di New Delhi memburuk drastis hingga level berbahaya beberapa hari sebelum perayaan Diwali, festival cahaya umat Hindu yang identik dengan pesta kembang api. Warga ibu kota India itu mengeluh sesak napas dan iritasi mata akibat kabut asap beracun yang menyelimuti kota.
Memburuknya udara ini bukan hal baru. Setiap tahun, jelang musim dingin dan Diwali, New Delhi kerap terperangkap dalam kabut asap yang dipicu kombinasi pembakaran sisa panen di wilayah sekitar, emisi kendaraan, asap pabrik, dan ledakan kembang api saat perayaan. Pemerintah biasanya menerapkan pembatasan aktivitas dan rekayasa cuaca, tetapi dampaknya belum menyelesaikan akar masalah.
Dampaknya bagi masyarakat sangat serius: kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan paling berisiko mengalami gangguan kesehatan. Sekolah mungkin diliburkan, aktivitas luar ruang dibatasi, dan biaya kesehatan meningkat. Wisatawan juga cenderung menunda kunjungan, sementara warga diminta memakai masker dan mengurangi paparan udara luar.