Ketegangan di Ethiopia kembali memuncak. Pasukan rebel dari Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) dilaporkan telah menarik diri secara sementara dari ibu kota regional, Mekelle. Keputusan ini diambil untuk menghindari jatuhnya korban sipil, sementara pertempuran sengit dengan tentara nasional Ethiopia semakin mendekati pusat kota.
Menurut warga setempat, pasukan pro-pemerintah kini dilaporkan telah menguasai Mekelle. Situasi ini menandai babak baru dalam konflik yang sempat mereda pasca perjanjian damai tahun 2022. Hubungan kedua pihak kembali memburuk dalam enam bulan terakhir, dengan saling tuduh pelanggaran gencatan senjata. Aliansi baru yang dibentuk TPLF bersama kelompok milisi lainnya bertujuan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed.
Dampak dari konflik ini sangat luas. Amerika Serikat menyerukan pengekangan dan dialog, sementara PBB memperingatkan terganggunya bantuan kemanusiaan. Ketegangan ini juga merembet ke hubungan diplomatik, dengan Ethiopia dan Eritrea memutus hubungan diplomatik, serta tuduhan keterlibatan Mesir yang mendukung pihak rebel. Masyarakat internasional khawatir konflik ini dapat mengguncang stabilitas Tanduk Afrika.